Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

26 Sep 2015

Untukmu...

Ada sekuntum dandelion
Kusematkan lembut diantara helai rambutmu
Walau jarak itu blum lgi dapat kutaklukan
Setiap embun pagi memeluku yg bersujud seolah tanpa nafas....
Cinta,....
Hari ini sayapku patah
Tulangku remuk tak mampu jelajahi angkasa
Tapi....
Rinduku selalu kutitipkan dilangit biru
Di embun cahaya
Dilumut hijau
Disenja sendu....
Cinta,...
Bila suratan langit memintaku pulang
Ada sesuatu yg ku ingin kau tau
Rasaku
Rinduku
Cintaku...,,
Untukmu...

1 Jan 2015

Cinta


Kita berhak merasakannya..

Kita berhak memilikinya..
Sebab,
Cinta ditakdirkan sebagai hak yang hakiki,
Selain kematian..

Cibir orang,,?
Biarkan saja..!!
Inilah romansa kita..
Aku dan kamu..
Serta kekurangan yang teramat...

Tapi kita bahagia..
Kita menemukan surganya dunia,
Dimana tiada yang sanggup memisahkan,
Kecuali,
Tuhan...

Semoga kelak inilah yang ditulis dalam garis takdir..

Untuk indah,
Tak harus mewah, bukan ?

Cinta sederhana,,
Hanya mengerti arti bersama,,
Hanya tau makna berdua,
Tanpa melihat sebesar apapun kekurangan,
Pun sekecil apapun kelebihan..

Kamu,
Dan aku,,
Selamanya..

_aku_

21 Des 2014

Barangkali cinta adalah peniadaan


Barangkali cinta adalah peniadaan.
Ketika usia rindu hampir selesai,
Cahaya memang sebatas sinar senyap,,,
Yang tak sanggup berkata sepatah pun kepada batu.
Kata-kata memang tak bisa dipercaya menyimpan rahasia.
Terlebih,,,
Ketika ia menjadi puisi.
Sajak yang mengoak.
Replika suara hati.
Engkau,,,
Nada do dalam oktaf ke-delapan.
Yang kemudian berhenti bernyanyi.
Bagaimana jejak suara mu terangkai ?
Mengalun hening,
Hingga disisa usia bunga rampai.
Seandai kata-kata yang lahir dari rahim ku, merangkak menujumu,,,
Timang lah ia..!!
Karna ia dilahirkan bukan atas nama takdir.
Tapi kehendak hati,,,
Yang terlalu renta berjalan tanpa penopang.
Melodi mu renyuh.
Kadang, aku lebih memilih senyap.
Menjatuhkan lagi air paling murni,
Sebagai kekata yang tak sanggup diurai nada-nada.
Mungkin ia tak kembali.
Tak akan pulang ke bagian tubuhku yang entah.
Untuk itu aku pergi.
Meski kadang resonansi nya melambai mengajak diam.
Tetap saja,,,
Aku dan kamu adalah sepasang pemurung,
Yang Tinggal di kota mati,
Tanpa bunyi.
~~ hutan, hujan ~~
_aku_

28 Mar 2013

Aku Mencintaimu Lumut Hijau

Mematut diri bercermin bening mata air
keruh rangkaku sang hulu waktu
perlahan menjernih
kuhirup dalam embun pagi diantara lumut hijau
lumut hijau yg memeluk lembut tebing cadas
bergantung takzim di kaki Arsy Sang Maha

Di petilasan zaman
terdesak cinta dan rindu
ku seruk hatiku yg terjatuh
carut dan legamnya kini berona serupa lumut hijau
dipeluk hangat lumut, rapat penuh kasih

Lazuardi merah delima
khazanah membuka penuh pesona
walau ku tertinggal seribu tahun ...
walau kuterpisah jutaan tombak ...
kurasakan hadirmu di dada ini begitu dekat
menyatu bersama degup dan detak
mengalir udara setap hirupan dan helaan ...

Aku mecintamu lumut hijau ....

Oleh : illa

9 Mar 2013

Kuberikan Dunia


Maret kali ini masih serupa Maret dua tahun kemarin, kurasa. 

Namun sakit di hatiku tak ada lagi. 
Lenyap bagai debu yang tersiram hujan yang jatuh mulai minggu ke dua tahun ini. 
Aku mengingatmu.
'' Tak ada lagi cinta buatmu, Mas,'' katamu. 

Mataku lekat mencoba belajar menujum matamu.
'' ...aku mencintainya...'' lanjutmu. 

Gambarkan perjalanan asing buatku di depan. 
Hanya itu. 
Aku meninggalkanmu bersama hatiku yang terserak entah kemana di berandamu.

Setahun lewat setelahnya. 

Bertubi-tubi kabarmu mampir di sini. 
Kekasihmu batal menyunting setelah kecelakaan itu nyaris mengubah seluruh sempurnamu di matanya. Akibat benturan hebat, engkau buta tiba-tiba. 
Ahh..., untuk mengingat sepotong senyumku saja, engkau mungkin tak lagi bisa.
Maret kali ini, 

aku yakin, 
engkau masih hangat meski hujan kali ini masih turun juga. 
Kuharap...
Setidaknya mata yang kuberikan setahun lalu telah berfungsi untukmu. 

Ya, setidaknya cintaku telah memberikan dunia ini kepadamu...

Oleh : Langit

5 Mar 2013

Fatwa Siapa ?


...Sungguh, pernah tertulis di atas kertas
jabaran cinta empat berbaris empat
hingga ber-urut berjumlah dua belas

...Tak ada rindu yang meranggas,
...tak ada luka yang tergagas,
...hanya keindahan yang terbias

..Takjub, aku! karena di sini
saat hati dilindas batas
rindu itu tak pernah entas
luka itu malah terasa smakin tegas
bias indahnya malah terlihat samar, serba tak jelas

...Bagaimana mungkin
seseorang mampu menganyam fatwa demikian ringkas
bahwa cinta selamanya
kan berbuah semanis Nanas...???

Oleh : Langit

Syahadat Cinta


Agung perasaan menjulang tinggi..
Menjemput Laksana turun dari negeri di awan..
Singgah disatu titik bumi, tatkala bocah pemimpi riang bernyanyi..

Apabila dia tersenyum, sungguh damai hati ibarat kabut berjalan pelan menyingkir dari taman..

Tatkala ia menangis,, benar tersayat batin serupa hujan tak diundang renyuh mengoyak dedaun..

Mungkin Tuhan mengutus bidadarinya dihadapanku saat ini...
Hahaha..
Sekedar harap terselubung konyolnya lelucon..

Hati telah 'bersyahadat'..
Memilih pemiliknya, seperti aku bersyahadat untuk Tuhanku..

Sementara ini bagian dari mimpi,,
harapkan pengertian tuhan untuk mencabut sekat diantara kotak perasaan yang masih sembunyi...

Oleh : _Aku_

3 Mar 2013

Ku Kembalikah "Surga" mu


Aku menatap mu dalam-dalam..
Seperti ada yang ingin aku temukan..
Tak pernah berubah..
Mata ku tetap tajam sebagai sepasang mata yang pernah bersamamu..

Lamat-lamat kau beralih..
Pertama, jelas..
Kemudian seperti mozaik,,,
lalu abstrak..
Terakhir,, legam tak berbinar.

Surga..?
Hahaha... Nampaknya kita pernah membicarakan itu..
Disuatu petang,, ketika sabit malu memerah wajahnya,,,
melihat kemesraan kupu-kupu muda yang baru lepas dari cangkang kepompong lugu..

Yea... Itu surga kita..

Saat kepolosan memimpin perjalanan,,
ketika keterbukaan menjadi prinsip sederhana..
Segalanya indah..

Kali ini,, tak ada lagi 'surga' kita..
Yang ada cuma 'surga' kalian..

Menangislah batin dikandung realita..
Bahkan,, mimpi terindah pun akan berpihak pada kesakitan ketika tersadar..

Andainya titian harus dilaksanakan,,
maka, ku kembalikan 'surga' mu..!!
Biar semakin indah dan sempurna 'surga' kalian..

Lalu aku tetap memiliki dunia ku,,
meski tiada bernuansa surga,,

Seperti ketika aku bersamamu...

Oleh : _aku_

Terkutuklah Kesepianku


Aku fikir rasa ini dangkal..?
Tidak..
Aku kehilangan nafas,,
tenggelam..

Boleh ku sebut ini rindu dalam..?
Sesaknya menghukum hati...
Sakitnya mengecam nurani..

Adalah rindu tanpa pertemuan..

Terkutuklah kesepianku..!!
Kekecewaan terindah dalam judul "menanti salju didanau rindu"...

Sebagaimana sajak yang ditulis kayu kepada api yang memang menjadikannya abu..
Yea,, itu benar.

Kadang, tuhan memang mempertemukan aku dengan seseorang itu cuma satu kali..

Seperti dedaun yang bertemu embun hanya satu kali setiap paginya,,
dan tak pernah ada lagi skenario pertemuan yang sama esok harinya..

Ku kirim lirik ini kepada bayu yang bersenandung..

Semoga sampai diambang pintu rumahnya,,
mengetuk dengan perasaan,,
lalu menyampaikan segala pesan yang ku titip..

Biar dia tau,, betapa sesaknya merindukan seseorang...

Oleh : _aku_

26 Feb 2013

Setiap Kali Hujan Turun



Setiap rinai hujan basahi bumi
humus dicandai lembut dedaunan berguguran
aroma maya pada tersebar memayungi
selalu saja kulihat citra diri yg telah menjadi kenangan



Kau ajarkan aku keindahan tertinggi
kesejatian tanpa sekat dan tirai tak berpenghalang

kau tuntun dengan lembutmu, kau semai benih cinta dihati ini

hingga janji suci itu terucap juga dilisan kita sayang

Kasih suratan takdir dari Sang Maha Indah berkata berbeda
jalanmu dan jalanku berbeda arah 
ayah 
bundamu sungguh tak berpihak saat waktu menahanku ber

Kasih 
walau kuhancur tak bersisa namun sisa cintamu menjadi cahaya
membuat hatiku tak menyimpan dan mendendam
hanya saja kutak dapat menepis bayangmu setiap kali hujan itu datang ... begitu menjejaki jiwa
walau kuhancur tak bersisa keindahan kenanganmu begitu sulit terlupa .... entah ... kupun terdiam

Disetiap tetesan rinai hujan ... dapat kulihat pandangan lembutmu yang tertunduk,
hijab panjangmu yang terurai menari bersama angin
disetiap tetesan rinai hujan ... kumenangis penuh bahagiah walau kuhancur tak bersisa
kuselalu terlahir kembali menjadi cahaya

                              

21 Feb 2013

Buatmu..


Sempurnalah cinta buatku
tandas selalu meski tanpa renyah bumbu
musim_musim menuainya
bagai kotak upeti di dasar hati
kerap memenuhi

Tiba_tiba saja senja teduh
seakan luruh di matamu
saat ini aku bersumpah tengah melihat jejak surga
di situ

Tanpa sesuatu,
aku hanya punya sepetak ruang untukmu
sampai kapanpun

Oleh : Langit Putra Penarosa

Mengapa Cinta..


Dimana letak kasih sayang jika tiada keikhlasan.,
Dimana letak kehidupan jika tiada keikhlasan..
Cinta tak lebih sepenggal dusta,
tak lebih penghianat rasa,
waspadai cinta karena dia buta
dan siap membutakan mata batin,
tiada yang abadi kecuali pada sang Pencipta.

Jika cinta itu indah mengapa harus ada air mata..,
jika cinta itu sakit mengapa harus ada tawa..
Cinta bisa membuat terbang melayang walau tak bersayap,
bisa membuat mati walau tak terbunuh,

Cahaya yang menyinari jiwa lebih pekat dari kegelapan..
bila prahara memutuskan di samudera yang murka,
maka ombak menyatukan di pantai yang tenang..
bila cinta membunuh.,
maka kematian akan menyakitkan.

Oleh :
ErNhy CLiquers ForeVer

19 Feb 2013

Kejora...


Di ujung rindu aku berteduh,
menapak bumi pada kolong langit,,
sempurna ku meniti sa'at gelap menghampiri,,
tiada apa dapat ku kata,,,
ketika sepi itu mendekati,,
oh ,,,Tuhan
Kau utus gerimis kepada ku,,,
pada selah waktu yang tak berujung,,,
mendekap ku dalam tangis,,
sa'at hendak ku melukis ,,
namun,,,,
sebuah wajah telah terkikis,,
 
Oleh :
Susy Maniez

18 Feb 2013

Cangkang Rindu


Angin masih basah
tiupi buncah wajah buih
yang patah pecah

secangkang aksara retak
terjelepah dalam kepala
masih tak mampu menemu pintu
hanya cumbui hulu

sekejap lenyap
setubuhi nyala bulan
keindahanmu nyata tumpah seluruh
di situ

pun aku tak lagi perlu
kertas dan pena untuk merupa rindu

Oleh :
Langit Genggam Aksara

16 Feb 2013

Pelangi Di Separuh Usia Kutemukan








Enigma membuyar di portal horizon
Saat Pelangi Api terlahir di busur angkasa
diantara awan yg berarak
bersama pusaran angin yang mereda
dan Sang Waktu yg sejenak terhenti untuknya
dia berpendaran indah penuh pesona

Entah mengapa, mataku tak pernah bosan memandanginya
Hatiku tak sedetikpun jenuh mencintainya
Begitupula dgn sukmaku, tak kunjung lelah memanggil namanya

Perjalanan panjang yg kutempuh
dengan seribu luka dan darah
terbakar dan menggigil oleh sengat dunia
inikah tempat berteduh untuku ...
begitu damai dimata hatiku ...
begitu sejuk pandangan matamu ...

kumohon, ijinkan aku sejenak saja mendekap pesonamu
sesaat saja mengecup lembut helai jiwamu
sebelum Sang Kekasih memanggilku kembali ...

Duhai Pesona, keniscayaan pasti membawaku berlalu namun kupastikan padamu cintaku kan abadi .....
 
Oleh : Andi IB Putra

15 Feb 2013

Biarkan Cinta



...Biarkan cinta itu abadi di ujung langit, sekalipun tak terlihat, tersaput kabut, Bulan masih setia mencumbunya menjadi semburat, terangkai menjadi warna-warna berurut, hingga Bintang latah membacanya sebagai Pelangi dalam kalimat..!

...Biarkan cinta itu abadi di ujung langit, meski tak lekat, namun masih terasa nikmat, mengalir deras dalam helaan nafas hingga lumat, membuat dadaku seketika bengah lantaran rindu nan sangat...!

...Biarkan cinta itu abadi di ujung langit,
-sekalipun tak terlihat,
-meski tak lekat,
namun, ia pernah menjadi untaian harapan yang bersekat,
'bak Mutiara indah mengkilat,
meluncur tak henti lewat bibirku tanpa penat.....!!!

Temukan Aku Dalam Istikharahmu


Memberi tanpa harus menerima..
Namun,, bolehkah harapan tetap ada..?

Aku sembunyi didunia..
Dalam diam, ku jaga dia lewat doa..
Sederhana.

Mungkin hanya Tuhan yang tau cinta ku tak butuh alasan untuk setia..
Ketika aku diciptakan menjadi ranting yang daun-daunnya belum tumbuh,,,
atau ketika aku ditakdirkan menjadi tangan tanpa tubuh..

Bukankah hujan tak pernah menuntut kepada siapa ia harus memberi sejuk ?

Keramaian adalah kosong..
Kehampaan adalah istana..
Sunyi, sepi, hening,,
hanya ada Tuhan..

Andainya setiap lafadz ku tak cukup membawaku pada keadaan semestinya,,,
aku mengerti ini adalah sebaiknya jalan...
Sebab Tuhan, takkan membiarkanku jatuh lebih dalam,, atau terus melihat aku berjalan tak punya tujuan..

Syahdu terhirup damai abadi..
Kala menyebut nama Mu, meski tak seorang pun tau..
Aroma tenang begitu pekat..
Se-pekat kabut asapi pagi..

Ada nama tersebut dalam pinta,,
ada jiwa terpanggil dalam munajah..
Namun andainya ranting tumbuh lain bunga,,
semoga ada ketabahan sementara aku berusaha tak pamrih...

Untukmu,,
Semoga kau temukan aku dalam istiqarahmu...

Karna tiada keindahan rasa cinta,, kecuali dipersatukan oleh Nya,,

meski sebatas dalam doa.....

Oleh :
Dennis X-Fals Liverpudlian