Tampilkan postingan dengan label Puisi Penantian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Penantian. Tampilkan semua postingan

9 Mar 2013

Semoga Kau Tak Tuli


Nada gitar lentik terpetik..
Senada biola tergesek lembut..
Panorama hati tanda simponi yang indah..

Rajutanku mungkin terlalu kusut untuk dikenang..
Kamu bahkan tak bisa melihat bentuk...
Cuma sekedar merasa kalau itu lembut..

Tiada tertulis rasa ini mengalun...
Bulirnya jernih...
Suaranya sejuk..
Bening bagai tetes airmata seorang bayi...

Kelak ia memanggilmu...
Mempersilakan mu untuk minum,,
mandi,,
atau sekedar berbasuh...

Inilah telaga ku...
Bukan telaga kautsar yang memang airnya lebih putih daripada susu,,
dan manisnya lebih manis daripada madu...

Telaga ku telaga syahdu...

Mungkin cita-cita ku sedikit konyol...
Hanya sekedar ber-angan bisa lantang dan tegas sebut nama mu dalam ijab qabul ku kelak,,,

tapi itu jujur...

Dan bila lembah mandala wangi disana lebih memikat mu,,,
ku harap itu lebih indah..

Telaga ini tetap tenang...
Menunggu seseorang pulang,,,
sampai tiba waktunya mengering..

Semoga kau tak tuli,,,
bahwa jauh diluar sana,,
ada seseorang yang tetap ikhlas mengingat mu,,,
bahkan ketika dia tau, dia telah DILUPAKAN....

Oleh : _Aku_

5 Mar 2013

Tunggu Aku


Kabut tipis mencumbu mesra puncak bebukitan
saat dingin hadir perlahan dilembah bunga keabadian
kupacu motorku diantara pematang sawah dan anak sungai
berkejaran bersama sang waktu yang tak mau berdamai
berlari mengejar bayang indahmu menjelma diseluruh sumsumku

Peluhku yang berjatuhan
asa yang membumbung tinggi ke awan
cinta yang mendesak dada membuat jantungku terhenti
wajahmu yang semakin menghilang dipucuk pinus dan meranti

Satu pintaku ... komohon .. tunggu aku ... kumohon ....
walau kuharus berlari dengan penuh luka
walau kuharus melangkah dengan tetesan" darah yang tersisa

Untuk menemuimu duhai kekasih ...
seandainyapun kau harus pergi tinggalkan mimpi ini ...
aku katakan padamu dengan pasti ...
aku telah bahagiah pernah memohon padamu untuk menanti ...

Semua perjalanan
seluruh rintih tertahan
setiap tetesan sukma meradang

Ku pinta sekali lagi padamu ...
tunggu aku ......

Oleh : IB

3 Mar 2013

Terkutuklah Kesepianku


Aku fikir rasa ini dangkal..?
Tidak..
Aku kehilangan nafas,,
tenggelam..

Boleh ku sebut ini rindu dalam..?
Sesaknya menghukum hati...
Sakitnya mengecam nurani..

Adalah rindu tanpa pertemuan..

Terkutuklah kesepianku..!!
Kekecewaan terindah dalam judul "menanti salju didanau rindu"...

Sebagaimana sajak yang ditulis kayu kepada api yang memang menjadikannya abu..
Yea,, itu benar.

Kadang, tuhan memang mempertemukan aku dengan seseorang itu cuma satu kali..

Seperti dedaun yang bertemu embun hanya satu kali setiap paginya,,
dan tak pernah ada lagi skenario pertemuan yang sama esok harinya..

Ku kirim lirik ini kepada bayu yang bersenandung..

Semoga sampai diambang pintu rumahnya,,
mengetuk dengan perasaan,,
lalu menyampaikan segala pesan yang ku titip..

Biar dia tau,, betapa sesaknya merindukan seseorang...

Oleh : _aku_

16 Feb 2013

Lambaian Janji Di Terminal


Aku selalu bisa menemukanmu
di tiap pucuk pekan paling tua
saat kembali tiba di kota ini

Engkau kerap di situ hanya rimpuh
sendiri
mengurat renung yang kau tenun
pada sepotong bangku retak
di pojok terminal

Layaknya petang ini, selepas hujan
mengguyur
basah bangku terminal tempatmu
tengger
masih lembab leluasa
aku mendekatimu mencoba rekat
menujum tisik tatapmu

Selebihnya hanya retak detak
yang berlomba menggulung
deru knalpot, bising klakson, pedagang asongan, serta calo-calo bus
yang ikut berteriak-teriak serak
memarkir tuntutan paniknya perut

Sejurus ujung matamu melirikku
di sini ia meninggalkanku bersama
janji
bahwa ia akan kembali
ucapmu lirih bersama senyum yang
kau kempiskan

hanya janji yang mengkaratkanmu
berhitung musim di sini
menanti tiap detik anjak hingga
usai hari-hari lelah
menelan pahit derit roda-roda
yang menjerit

menunggu lambaiannya
untuk datang menuntaskan janji
menikahimu di terminal ini

*miris liat nenek itu*