Tampilkan postingan dengan label Puisi Do'a. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Do'a. Tampilkan semua postingan

11 Mar 2013

Kebesaran Jiwa


Setelah badai,,
semoga aku menjadi sebagian dari mereka yang bijak yang telah mengerti tentang kebesaran jiwa...

Kemampuan hati menerima yang tak diminta,,
kesanggupan nurani ikhlasi yang tak dikehendaki..

Seperti kalimat seorang kahlil gibran...

"mereka yang berjiwa besar, memiliki dua hati..
Yang satu untuk menangis,,
dan yang satu untuk bersabar.."

Berharap keduanya tiada akan pernah terlepas dalam bungkus raga,,
menyatu terikat,,
sebagaimana sayap yang berpasangan, ditubuh se-ekor merpati....

Oleh : Dennis

27 Feb 2013

Ku Titip Dia Tuhan



Entah apa yg dia rasa sekarang...
sakitkah..?, kala sayat-sayat harapan perlahan mulai menyentuh tubuh lemahmu..?
kala benda-benda asing juga ikut berkunjung mendiami ragamu tuk sejenak.?.
Perih kah..?? Masih kuat kan engkau di situ..???
Inginku berbaring menggantikanmu..,
namun,Tuhan lebih memilihmu..
memilihmu tuk merasakan sebentuk kasih-Nya...
tak berarah akalku sekarang....
ragaku berdiam..,jiwaku berkelana..
tertuju pada sosokmu di sana,,
harusnya aku tak perlu cemas...
harusnya aku tak perlu takut...
bukankah  sekarang kau sedang berada dalam penjagaan...
sebaik-baiknya penjagaan,
dan tak pernah luput dari penjagaan...
Bismillah....
aku titipkan semua pada-Mu..
dan aku yakin,Engkau akan senantiasa memberinya kebaikan...
Aamiin... :'(

Oleh : Bite


Ajari Aku



Tolong jauhkan rasa sakit ini...jika mmg cintanya bukan tercipta untukku..,
ajari aku ikhlas seperti ibu...
Ajari aku tuk tdk mengeluh dgn semua batu-batu tajam yg menghujamiku, seperti ayah...
Ajari aku belajar merasakan kecewa..,ajari aku menikmati duka...
Setiap detik...,ajari aku mensyukuri setiap apa yg kau beri..,
walau rasa berontak hadir dlm dada ini..
Ajari aku tuk menerima kekalahan..
Ajari aku menerima sunyi..,
Ajari aku menerima gelap tanpa bintang....
Yakinkan aku..,
Kau masih bersemayam di sini...
Jangan pernah pergi...

Oleh : Gupis

26 Feb 2013

Cukuplah Pintaku







Sebelum terang
sesudah petang
tak putus, berulang
aku menemuiMu

Menafkahi hati legamku
dengan pijakan
sebijak tentang mencinta
tanpa bengah

Bagai bintang mencinta malam
bagai air mencinta pusaran
bagai lapuk kayu dirajam cendawan

Di ujung_ujung waktu yang
Kau titah sebagai saat seloyang emas
tertumpahruah

Aku membubuMu
merangkai gerimis harap
merangkakkan rinai pinta
berlipat

Terbungkus dalam jelaga
lewat pucuk_pucuk geletar
lidah basah yang kumiliki
Dengarkanlah sejenak, kumohon
jika dengan izinMu aku berhak
menikmati naungan nikmatMu
yang tak mengenal batas di sana

Anugerahkanlah aku seorang
bidadari saja
yang cukup serupa kekasihku,
yang cukup serupa wanitaku,
yang cukup serupa istriku... kelak....
aamiin....


Oleh : Langit

Padamu Tuhan

 

Air mata ini pun menetes di pipiku,
tatkala ku ingat dosaku atas laranganMU,
Air mata ini juga yang menetes dipipiku,
ketika ku dapati teguranMU,
,,,,Ya
,,,,,,Wajah ini yang mestinya malu ,
ketika tangan ini meminta padaMU,
Namun bibir ini bergetar tatkala ku sebut namaMU,
,,,,,,,Wahai
,,,,,Engkau,yang mempunyai hak atas hidupku,
,,,,,ku ingin menjumpaimu di atas rinduku,
,,,,,agar bibir ini terus tersenyum padamu,
ketika Kau bawa aku kembali kepadaMU.
Oleh :
Susy Maniez