Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategorized. Tampilkan semua postingan

3 Mar 2013

Mimpimu


...Engkau sedang tidak disaksikan Bulan, bagai perasaanmu, seakan kau Penyanyi Dangdut kawakan, yang punya goyang pinggul bagai Trio Macan, engkau hanya bersamaku dijalan..!

...Engkau sedang tidak disenyumi malam, bagai perasaanmu, seakan kau ini seorang Bintang, di atas Bus-Bus angkutan, engkau hanya bersamaku tuk membagikan Tembang pada penumpang secara bergiliran..!

...Engkau cuma memiliki suara pas-pasan, dipadu dengan petikan Gitar sialan, yang Senar-nya lari kiri-kanan..!

...Setelah usai se-lagu, kitapun terburu-buru meminta kepingan, untuk secepatnya kembali mengejar Bus yang datang..!!!


Oleh : Langit

26 Feb 2013

Penaku Sirna Tanpa Nama


Malam dan Siang Tak berjendela

segumpal darah yang hanya bisa memuja
aku tertunduk menatapi Ibu Bumi
jantungku berdegup dipeluk penuh kasih

Penaku, Pena Api 
kusulut lidahnya jilati
bakar wajah buramku tuk berganti
Apinya Api Suci
energi sejati sebagai perisai

Penaku, Pena Air
kuukir genangan gersang padang pasir
air mata yang membeku berharap mencair
duhai ... sejukan, sembuhkan, hela semua getir

Penaku, Pena akar
menghujam jauh tanpa sukar
kokohkan limbung, tembusi nanar
hingga langkah lemahku kian tegar

Penaku, pena cahaya
kutulisi cahaya biru yang menembusi amarah
hadirkan aura ungu violet tak berjelaga
terbangkanku bersayap pesona
bawaku menemui Sang Maha

Penaku, pena cinta
menjelama pedang membunuhku setiap harinya dengan asmara
kasihku yang membisu menghening begitu lama
tertikam sepi, terpenggal kesunyian, selaksa nestap .... 
semua elemen telah menjelma tak berarti tanpamu ...
pena cinta, kuteriakan namamu kelangit ketujuh
namun kau hanya terdiam tinggalkanku penuh ragu

penaku sirna tanpa nama ..........................
*IB

21 Feb 2013

Fiksi Biru Tanpa Bab


Kita telah berkali kerjap
diejek jarak
terlipat-lipat namun demikian serak
selaut rindu mengikat
yang lahir dari tiap kernyit kening
ditetes jangat
biarlah

Usah lagi berpayah susah
menghitung lewat ruas jari
telah berapa banyak puisi
yang ikut luntur terlantar dari beningmu
saat menunggu
kembali merupa fiksi biru
tanpa ujung bab baru
dalam ketikanmu

Selayak apapun aksara tumpah di situ
yakin,
takkan pernah cukup menimbun jarak
yang gemerutukkan detak waktu
dalam lelap batu

Jarak-waktu bagaikan
raja dan ratu

Layaknya engkau dan aku


Oleh : Langit Putra Penarosa

Jawabanmu Hanya Tangis

 
Kepadaku betapa
seringkali kau minta
dibuatkan secarik puisi singkat
meski berbual-bual bulan terlewat
ingatanmu masih saja menagih
tentang apa saja. yang pasti ada aku
di dalamnya- goda kerlingmu

Seperti malam ini
jarum jam masih bungsu
lalu pukul demi pukul
mulai kelat kupikul
saat lapit senyummu menguap
entah kemana

Bergegas motorku melesat
kencani warnet terdekat
tanpa lupa mengingat namamu
yang kusisip sarat

Lalu jingkat kutiris ulang ratusan puisi
dalam aksara yang malah semakin
membuatku kacau buta
menyamak abjad demi abjad

Selesai.
kembali bergegas aku menemuimu
dengan simpul merah sungguh-sungguh
sewarna gincu

Di depanmu
serta merta kubelah dadaku
lalu mengapa engkau hanya menangis?
 
Oleh :
Langit Genggam Aksara

16 Feb 2013

Setipis Bayangan


Setipis bayangan..
Hidup diantara dua sisi..
Hitam juga putih..
Antara jelas dan abstrak..

Belum sampai..
Aku masih harus terus berjalan..
Ikuti arus sungai yang selalu pulang ke laut,,
sampai berbaur jiwanya di samudra..

Teguh rapuh disisa pengabdian untuk 'masih' mencinta..
Padahal rabun senja mengabur segala warna dipandangan..

Apa lacur ?
TERLALU SAYANG.

Bertanyalah ilalang yang tak terbagi sejuk embun..
Pertanyakan segala hal sumbang..
Lalu menari bersama angin..

Kehilangan janji,,
sudahlah biarkan itu abadi..
Tiada pupus oleh kematian,,
yang kelak terbawa hanya beberapa bait kenangan..
Ditepian dermaga yang terlupakan.

Ada dua hati dalam tubuh kesungguhan..

Hati pertama untuk bertahan dalam tunggu,,
hati kedua untuk setia merindu..

Andainya biduk terbuang hanyut,,
katakan pada ombak laut,
tenggelamkan dia jauh dari dermaga..!!

Agar semua pasti bahwa segala yang hilang, tiada akan pernah kembali datang..

Ku pastikan aku simpan rasa itu dibawah dedaun gugur...
Mungkin akan semakin dalam terkubur bila musim mati datang..
Atau mungkin terbuka saat angin musim semi menyapa..
Yang pasti saat ini,,
aku adalah penjaga kenangan yang mencintai jasad bunga setipis bayangan..






Oleh :

Dennis X-Fals Liverpudlian

Rumput Congkak Dan Daun Kering Bag. 2

Siang ini begitu terik. Mengapa bulan masih saja
datang?" gumam seekor kerbau dungu..
Dengan malas ia melewati hamparan rumput tadi
di bawah sebatang pohon, yang daunnya mulai
gosong
mulai mengitari berkali_kali
lantas memijak_mijak
rumput pun sesak
rebah seketika
namun tak mati
sambil menikmati sejuknya naungan
ia pun kembali mengusap malas
mengunyah_ngunyah rerumput yang
setengah rebah
mencerabut paksa, meremas_remas, memotong
hingga lumat
lalu tandas di telannya
berkali tak terhitung
sampai bengah
tak lama ia pun berlalu
menitipkan seonggok kotoran di atas
rambut rerumputan hijau menyatu...
di atas ranting selembar daun ranggas menatapnya miris
sembari bergumam dan secepatnya menutup hidung
ah, kesombongan hanya serupa kotoran !!!!!

Rumput Congkak Dan Daun kering Bag. 1



Kau pikir angin itu
menderu?
ah, sobat...dia tak menderu
hanya sesekali berbisik tenang
berpusar
melahirkan sejuk
dalam kecupan_kecupan panjang tak jemu
buatku

kau pikir lelehan embun itu bening?
lagi_lagi kau salah, sobat
dia tak bening, hanya serupa air
sesekali dingin terasa
jika sepulang malam mengajaknya
berkencan
lalu mulailah ia merindui puisi_puisi
menanti pagi
tak lupa membagi kepada segala
yang hijau
humus, aku dan dedaun segar tentu..
senyum congkak rumput sambil melirik
selembar daun kering yang bergelantung payah
tertunduk dalam.