Tampilkan postingan dengan label Puisi Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Hati. Tampilkan semua postingan

21 Des 2014

Barangkali engkau laguna harapan


Barangkali engkau laguna harapan.
Yang menampung air dari tetes airmata doa.
Hingga genang,
Beriak, Tapi tenang.
Sebab ada sisa ikhlas.
Tatkala rayu penyair menyunting sajak,
mungkin ada sepenggal nama,
Yang diselip dalam lirik kesedihan,
Sebagaimana tulisan para perindu,
Teruntuk yang hilang.
Angin memetik daun.
Daun mengkihlaskan semua.
Bagaimana ia belajar ketabahan ?
Sedang dalam genggam rantingnya,,,
Ia tak lebih dari pesakitan,
Yang diombang-ambing ketidakpastian.
Tunggu waktu,,,
Untuk dijatuhkan.
Setahun kemarin.
Laguna tiada mengalir.
Diam sediam diam kediaman.
Hening sehening hening keheningan.
Rasa tiada tanggal.
Patri nurani, diukir kerelaan.
Engkau tetap sekat diantara sadar dan bayang,,,
Sementara biarkan aku menjadi narasi,
Tentang bagaimana rindu tak pernah bisa pulang.
~~ angin desember ~~
_aku_

9 Mar 2013

Kuberikan Dunia


Maret kali ini masih serupa Maret dua tahun kemarin, kurasa. 

Namun sakit di hatiku tak ada lagi. 
Lenyap bagai debu yang tersiram hujan yang jatuh mulai minggu ke dua tahun ini. 
Aku mengingatmu.
'' Tak ada lagi cinta buatmu, Mas,'' katamu. 

Mataku lekat mencoba belajar menujum matamu.
'' ...aku mencintainya...'' lanjutmu. 

Gambarkan perjalanan asing buatku di depan. 
Hanya itu. 
Aku meninggalkanmu bersama hatiku yang terserak entah kemana di berandamu.

Setahun lewat setelahnya. 

Bertubi-tubi kabarmu mampir di sini. 
Kekasihmu batal menyunting setelah kecelakaan itu nyaris mengubah seluruh sempurnamu di matanya. Akibat benturan hebat, engkau buta tiba-tiba. 
Ahh..., untuk mengingat sepotong senyumku saja, engkau mungkin tak lagi bisa.
Maret kali ini, 

aku yakin, 
engkau masih hangat meski hujan kali ini masih turun juga. 
Kuharap...
Setidaknya mata yang kuberikan setahun lalu telah berfungsi untukmu. 

Ya, setidaknya cintaku telah memberikan dunia ini kepadamu...

Oleh : Langit

Semoga Kau Tak Tuli


Nada gitar lentik terpetik..
Senada biola tergesek lembut..
Panorama hati tanda simponi yang indah..

Rajutanku mungkin terlalu kusut untuk dikenang..
Kamu bahkan tak bisa melihat bentuk...
Cuma sekedar merasa kalau itu lembut..

Tiada tertulis rasa ini mengalun...
Bulirnya jernih...
Suaranya sejuk..
Bening bagai tetes airmata seorang bayi...

Kelak ia memanggilmu...
Mempersilakan mu untuk minum,,
mandi,,
atau sekedar berbasuh...

Inilah telaga ku...
Bukan telaga kautsar yang memang airnya lebih putih daripada susu,,
dan manisnya lebih manis daripada madu...

Telaga ku telaga syahdu...

Mungkin cita-cita ku sedikit konyol...
Hanya sekedar ber-angan bisa lantang dan tegas sebut nama mu dalam ijab qabul ku kelak,,,

tapi itu jujur...

Dan bila lembah mandala wangi disana lebih memikat mu,,,
ku harap itu lebih indah..

Telaga ini tetap tenang...
Menunggu seseorang pulang,,,
sampai tiba waktunya mengering..

Semoga kau tak tuli,,,
bahwa jauh diluar sana,,
ada seseorang yang tetap ikhlas mengingat mu,,,
bahkan ketika dia tau, dia telah DILUPAKAN....

Oleh : _Aku_

5 Mar 2013

Surat Seorang Mantan

Dear, my past...

Cukuplah bagiku bersenang-senang dalam opera bernama romansa...
Bersamamu..

Sudah berakhir..
Sudah selesai..
Tamat berujung..

Hemmm....
Apa kamu inget,,?
dulu ada seorang cowo yang ga pernah mau jadi mantan kamu, karna cowo itu pengen selamanya sama kamu..

Apa kamu juga inget,,?
dulu ada seorang cowo yang selalu bilang sama kamu, "jangan cengeng kalo lagi ada masalah,, inget, orang jawa itu kuat.. :)"

kamu inget dia..?

Aku rasa tidak..!!
Kamu sudah punya dunia mu..
Dan dia pun punya dunianya..


Hemmm..
Kamu tau ga,,
cowo itu punya satu doa terbaik diantara doa-doa tulusnya buat kamu...

Dia selalu bilang,
"Tuhan, berikan dia yang terbaik..!!"

dia juga sebutkan kalimat itu ditiap puisi, ataupun sajak sepi yang dia buat...


"aku memang sudah jauh dari hatimu...
Mungkin sangat jauh..
Demi Tuhan, aku tiada benci atas mu...!!
Semoga titian mu menuju bahagia begitu sesempurna,,
sesempurna harapan,, yang pernah aku kirim disetiap harimu...

Tuhan, berikan dia yang terbaik..!!"


kutipan sajak sepi darinya..
Selalu menghening,,
sebab tiada yang bisa mengerti kecuali Tuhan...


Oiya,, dulu juga cowo itu pernah janji sama kamu kalo dia pengen nyanyi pake gitar berdua kamu suatu saat nanti ya..?
Maaf ya,, mungkin dia ga bisa nepatin janji itu...
Karna mungkin, sudah ada penyanyi untuk lagu-lagu mu...

Sebagai gantinya,, dia bilang, dengerin aja lagu yang pernah dia kasih buat kamu...!!
:)


yea..
Kamu benar..


Cowo itu, adalah aku...


Pesen ku,,
bahagiakan penyanyi yang senandungkan lagu mu..!!

Aku akan tetap seperti dulu..

Bernyanyi sendiri,,
seperti sebelum bertemu kamu..


Good luck ya sayang..!!
Jangan telat makan..!!
:D


Jakarta, 3 Oktober 2011..

Oleh :_Aku_

26 Feb 2013

Cukuplah Pintaku







Sebelum terang
sesudah petang
tak putus, berulang
aku menemuiMu

Menafkahi hati legamku
dengan pijakan
sebijak tentang mencinta
tanpa bengah

Bagai bintang mencinta malam
bagai air mencinta pusaran
bagai lapuk kayu dirajam cendawan

Di ujung_ujung waktu yang
Kau titah sebagai saat seloyang emas
tertumpahruah

Aku membubuMu
merangkai gerimis harap
merangkakkan rinai pinta
berlipat

Terbungkus dalam jelaga
lewat pucuk_pucuk geletar
lidah basah yang kumiliki
Dengarkanlah sejenak, kumohon
jika dengan izinMu aku berhak
menikmati naungan nikmatMu
yang tak mengenal batas di sana

Anugerahkanlah aku seorang
bidadari saja
yang cukup serupa kekasihku,
yang cukup serupa wanitaku,
yang cukup serupa istriku... kelak....
aamiin....


Oleh : Langit

21 Feb 2013

Mengapa Cinta..


Dimana letak kasih sayang jika tiada keikhlasan.,
Dimana letak kehidupan jika tiada keikhlasan..
Cinta tak lebih sepenggal dusta,
tak lebih penghianat rasa,
waspadai cinta karena dia buta
dan siap membutakan mata batin,
tiada yang abadi kecuali pada sang Pencipta.

Jika cinta itu indah mengapa harus ada air mata..,
jika cinta itu sakit mengapa harus ada tawa..
Cinta bisa membuat terbang melayang walau tak bersayap,
bisa membuat mati walau tak terbunuh,

Cahaya yang menyinari jiwa lebih pekat dari kegelapan..
bila prahara memutuskan di samudera yang murka,
maka ombak menyatukan di pantai yang tenang..
bila cinta membunuh.,
maka kematian akan menyakitkan.

Oleh :
ErNhy CLiquers ForeVer

17 Feb 2013

Puisi Ranting Untuk Daunnya


Selalu ku amati rasa cinta dalam keusangan..
Harmonis, sesuai alur takdir..

Adalah rasa cinta debu pada kaca..
Aku sangat tau itu..

Lantas, bila kebencian telah ditulis peri tertuju kurcaci,,
kenapa rindu lagi-lagi mengganggu keyakinan hati untuk melupa ?

Seperti terlalu cepat dia ada..
Lalu pergi seketika..
Padahal tak pernah ada rencana untuk bertemu dan terpisah antara ranting dan daun..
Hanya musim yang tau..


Yea..
Aku sang ranting yang berpuisi..
Bait yang tertuang adalah melodi tak berbunyi,,


ini tentang kemana daun dihempas angin..?
Atau kemana diri dihempas sepi..

Serpih-serpih gemintang jatuh mengelabuhi mata untuk berkata mimpi yang masih ada..
Aku tau aku sedang didalamnya,,
sangat jelas..


Ketika aku harus berjalan dalam gelap,, sudikah mimpi menjawab rindu..?


Tuhan,,
kelana sejauh apa..?
Bertanyalah hati pada yang punya cinta..

Kesunyian ini terlalu indah..


Daun ku,,
berserilah selepas aku patah..
Aku tak sanggup menggenggam mu lagi..

Aku tau, kita pernah punya mimpi menua bersama..
Sampai pada waktunya, terlerai kepal jemputan takdir..

Bukan salah angin..
Tapi salahku yang ketika badai mengoyak mu dari genggaman ku,,,
aku hanya bisa melihatmu terlepas..


Terlepas Jauh,,
tak lagi tergapai..


Oleh :
Dennis X-Fals Liverpudlian

16 Feb 2013

Tarian Hujan

 
Yang ku ingat hanya matamu
lukisan pohon randu menjulang
melewati bubungan rindu
rantingnya bagai lenganmu
walau terasa berduri
lembut menyimpan cinta
hingga tanak

Sekali musim terlewat
aku terhenyak menyaksikanmu
menari_nari di pekarangan
saat waktu tepat senja
di bawah pohon randu yang buahnya jatuh rengkah
membuat isinya beterbangan terbawa angin temaram
mari menari bersama Hujan
ajakmu dalam tawa

Di bawah pohon randu ini
aku kembali berdiri
membiarkan kapas_kapas itu bertebaran lagi
menjamahi rambutku
turun ke pipi
bagai Hujanmu dalam
ingatanku....

Pelangi Di Separuh Usia Kutemukan








Enigma membuyar di portal horizon
Saat Pelangi Api terlahir di busur angkasa
diantara awan yg berarak
bersama pusaran angin yang mereda
dan Sang Waktu yg sejenak terhenti untuknya
dia berpendaran indah penuh pesona

Entah mengapa, mataku tak pernah bosan memandanginya
Hatiku tak sedetikpun jenuh mencintainya
Begitupula dgn sukmaku, tak kunjung lelah memanggil namanya

Perjalanan panjang yg kutempuh
dengan seribu luka dan darah
terbakar dan menggigil oleh sengat dunia
inikah tempat berteduh untuku ...
begitu damai dimata hatiku ...
begitu sejuk pandangan matamu ...

kumohon, ijinkan aku sejenak saja mendekap pesonamu
sesaat saja mengecup lembut helai jiwamu
sebelum Sang Kekasih memanggilku kembali ...

Duhai Pesona, keniscayaan pasti membawaku berlalu namun kupastikan padamu cintaku kan abadi .....
 
Oleh : Andi IB Putra

Sekuntum Lily Putih


Sekuntum Bunga Lili Putih ...
ku melihatnya bersujud begitu dalam senja itu
bersama Sang Teja yg meraja di pelupuk Ufuk
kelopak putihnya masih tergenangi embun sejuk
belum lagi mengering air matanya basahi bumi yg melapuk

Sekuntum Bunga Lili Putih ...
Ingin Kupeluk jiwamu yg bersedih diperaduan kegamanganmu..
disaat helai demi helai sukmamu bergetar menggigil terbakar dan terjilati lidah api, terbungkus salju, dan diterpa deru angin dunia semu ...

Kurindu ... dan selalu kurindu untuk berjaga disisimu ...
menyeka setiap bulir bening yg terjatuh ditepian matamu
menggenggam erat relungmu kala merintih dan menderita
dan disaat engkau terbunuh sepi, ku rindu untuk selalu berkata,
aku hadir disini untukmu kasihku ...

Sekuntum Bunga Lili Putih ...
kumencintaimu dengan jemariku ...
Kan kutangkup lembut tubuhmu disaat angin dingin menerpamu
Kumencintaimu dengan setiap tatapan mataku
Kan kuteteskan murni kasih dalam setiap pandanganku ...
kumencintaimu dengan nafasku
Kan kujaga jiwamu dalam helaan dan hirupan yg terdalam ....

Sekuntum Bunga Lili Putih ...
ku melihatmu bersujud begitu dalam dipenghujung malam
setiap lapisan sukmamu bergetar setiap kali kau panggil lembut nama Nya, Sang Kekasih Tertinggi ...

dikala doamu dan doaku berpadu diatas langit yg tujuh
semoga Arys-Nya bergetar untuk meluruh semua peluh
dan jangan pernah sedikitpun kita meragu
Dia memberikan yg terbaik untuk Kita, Selalu ...
 
Oleh : Andi IB Putra

15 Feb 2013

Coba Rasakan


Bukan inginku harus bercinta dengan malam setiap waktu
bukan pula salahku meski membuatmu harus menemaniku
tuk menunggu embun itu
jatuh satu-satu!

...Aku hanya ingin engkau tahu
pada malam,
ada rindu yang kutitip disitu,
pada embun yang jatuh,
engkau bisa merasakan betapa sejuknya cintaku...!!!

Naungan Berkah


Di bawah rinai pagi
duduk merangkai sepasang tua

mengunyah tetesan remah
di tanah rebah, di batu pecah

lalu menghitungnya
bersama usia
bermula alfa menuju omega

apakah tetes air
seruah berkah
yang mereka punya?

sedang guratan di wajahnya
terlihat tak henti
cemburui rupa pagi!




Oleh : Faiz Ibnu Achmad.