Tampilkan postingan dengan label Puisi Galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Galau. Tampilkan semua postingan

1 Jan 2015

Distance


Sebentang jarak dibenak suatu hubungan adalah benalu..

Beban tak diundang,,
aral menyebalkan ,, dimana menahan rindu adalah keharusan...

Disitulah ujian kesungguhan..
Goyah atau bertahan,,
kokoh atau terlempar..
Mati, berhenti..?
Atau hidup, berlanjut...

Adakalanya kehidupan memang dihadapkan pada perpisahan..
Entah sementara,
entah selamanya..

Yang jelas,
kita dituntut untuk siap....

Siap pergi,,,
dan ditinggal pergi...

Ruang dan waktu yang berbeda lah yang melerai kita...

Keabadian tanpa cahaya,
saling menyapa bayangan,
atau berbual pada kenangan,,
adalah sebait bukti tentang labilnya hati...

Aku kembali seperti dulu...
Tak memiki mu,,
tak dimiliki mu...

Entah sisa-sisa rasa atau bukan, yang masih menahan kaki ini untuk beranjak..

Yang pasti,,
segalanya masih terjaga,,
setidaknya, sampai hari ini..

Maaf,,
cuma bisa memelukmu dari jauh.....

_aku_

6 Mar 2013

Sisa Yang Kemarin

Kembali ku tapaki ,,
Sisa jejak hari kemarin,,,
,,, Ah,,,
Kiranya masih sama,,
… Kembali ku mencari,,,
apa yang belum aku temui,,
,,, oh,,,,ternyata,,
samarpun tak terlihat,,
kiranya hujan lalu,,,
telah membasahi bumi,,
sempurna ia menghapus jejakmu,,
lunglai langkahku berlalu ,,
meninggalkanmu dalam kenangan,,
sedikit berbisik… pada rumput yang menatapku,,
kembalikah?
Entahlah,,itu bukan jawaban

Oleh : Kejora 88

5 Mar 2013

Debu


Jikalah benar cinta telah merobek-robek sisa angin
lalu lutut siapa yang mesti gemetar
menghantar doa-doa
di subuh buta?

Jikalah benar rindu telah
melebamkan kata paling akhir

Lalu bening siapa yang meratap lunta
bergantang-gantang diperah pinta?

Sehangat tetas janji
sebentang batas tepi

Aku hanya serak menyeru
lalu sirna serupa debu...

Oleh : Langit

21 Feb 2013

Lepaskan Semua


Derita hidup ini seakan-akan tak ada hentinya..
Rasa Ini tak cukup tau memahami itu..
Ribuan mata tertuju pada satu cahaya
Kembalikan saja raga pada tuhanmu

Dari sekian apa yang pernah kulalui
Tiada Jurang yang membuatku terperosok
Dinding bebatuan sudah kuhancurkan
Kini menatap lebih tinggi dari lingkaran..

Sebelum semua menjadi usang
Tak perlu perbaiki namun menatanya
Mengapa kau tak membuatku mengerti
hanya lantunan do'a yang terbuka..

Sang elang bergema berteriak keras
Terdengar samar di bawah pohon ini
Kunyanyikan lagu hanya untuk hati
Kupanjatkan Doa hanya untuk Allah semata

Oleh : Square Heart

Mengapa Cinta..


Dimana letak kasih sayang jika tiada keikhlasan.,
Dimana letak kehidupan jika tiada keikhlasan..
Cinta tak lebih sepenggal dusta,
tak lebih penghianat rasa,
waspadai cinta karena dia buta
dan siap membutakan mata batin,
tiada yang abadi kecuali pada sang Pencipta.

Jika cinta itu indah mengapa harus ada air mata..,
jika cinta itu sakit mengapa harus ada tawa..
Cinta bisa membuat terbang melayang walau tak bersayap,
bisa membuat mati walau tak terbunuh,

Cahaya yang menyinari jiwa lebih pekat dari kegelapan..
bila prahara memutuskan di samudera yang murka,
maka ombak menyatukan di pantai yang tenang..
bila cinta membunuh.,
maka kematian akan menyakitkan.

Oleh :
ErNhy CLiquers ForeVer

Jawabanmu Hanya Tangis

 
Kepadaku betapa
seringkali kau minta
dibuatkan secarik puisi singkat
meski berbual-bual bulan terlewat
ingatanmu masih saja menagih
tentang apa saja. yang pasti ada aku
di dalamnya- goda kerlingmu

Seperti malam ini
jarum jam masih bungsu
lalu pukul demi pukul
mulai kelat kupikul
saat lapit senyummu menguap
entah kemana

Bergegas motorku melesat
kencani warnet terdekat
tanpa lupa mengingat namamu
yang kusisip sarat

Lalu jingkat kutiris ulang ratusan puisi
dalam aksara yang malah semakin
membuatku kacau buta
menyamak abjad demi abjad

Selesai.
kembali bergegas aku menemuimu
dengan simpul merah sungguh-sungguh
sewarna gincu

Di depanmu
serta merta kubelah dadaku
lalu mengapa engkau hanya menangis?
 
Oleh :
Langit Genggam Aksara