Tampilkan postingan dengan label Puisi Cermin Rasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cermin Rasa. Tampilkan semua postingan

18 Apr 2013

Sang Kejora

Bak permata ia berkilau,,,
butiran butiran itu,,,
seperti anai anai ia menjumpaiku,,
bertaburan dalam jiwa,,,
saat bintang kejora menyinari bumi,,,
hadirnya kurasakan ,,,
lembut ia memeluk raga,,,
pahitpun tak lagi ku telan,,,
sang kejora itu tengah menjadi penawar,,,
takan merintih pada waktu,,,
yang sempat membuatku membatu,,,
lirih langkahku berjalan,,
tinggalkan masa berlalu ,,
takan menjadi sesal,,
jika hidup adalah pilihan,,

Oleh : KEJORA88

12 Mar 2013

Aku Yang Kini Tak Lagi Bercerita



Yah..,
aku yang kini tak lagi bercerita,
pada dunia, pada semesta
aku yang kini menyimpan rapih semuanya tanpa celah
aku yg kini hening,
dan aku yang kini menuli.

#eL

21 Feb 2013

Buatmu..


Sempurnalah cinta buatku
tandas selalu meski tanpa renyah bumbu
musim_musim menuainya
bagai kotak upeti di dasar hati
kerap memenuhi

Tiba_tiba saja senja teduh
seakan luruh di matamu
saat ini aku bersumpah tengah melihat jejak surga
di situ

Tanpa sesuatu,
aku hanya punya sepetak ruang untukmu
sampai kapanpun

Oleh : Langit Putra Penarosa

17 Feb 2013

Sisa Mendung Setelah Hujan


Kita menjejak tapak di musim yang sama
sewaktu hampar pelangi bengah
menghantar warna
sedang senja masih terus menyaga

Seonggok batu dekat puing pohon ranggas
kau tikam dadanya dengan gemas
menetakkan nama kita di sana
sekedar mengulur cemas
kilahmu

lalu perlahan hari mulai terkemas istimewa
bagai binar bolamata bocah_bocah
menanti saat Lebaran tiba

Kembali senja ini aku menjejak tempat kemarin
hanya sendiri
tak lagi berdua denganmu
desir ikut memaklumkannya

Dada batu yang kau maknakan sebagai janji bisu
masih legam serupa dulu
namun sepotong namamu telah terkelupas
disayat waktu
merampasmu jauh berkubang dalam rindu
di ingatan lain

Di atas langit
lembar pelangi tak muncul lagi
hanya tersisa lelehan tanah basah
remah pesta mendung
selepas hujan siang tadi
puing pohon ranggas itupun
menjelma aku


Oleh : Langit Putra Penarosa

16 Feb 2013

Kepada Angin








Engkau demikian pasir membutakan
ikut daun-daun menghambur
jika hembusmu sampai padanya
dan pada siapa saja

Bukan berarti itu kehendakmu
siulmupun meski melarutkan mata
bukan berarti sebelumnya kau tak pernah sasar untuk bertemu kata pulang dan belajar

Ah...siulanmu
adalah suara-suara yang justru
sebelumnya dihitung tanggal
hanya nada yang berbeda
yang membuatmu bisa lekatkan ingatan bahwa kau ada
atau malah hanya bisa Aku katakan
ahh...hanya angin.....

Akulah kapas-kapas api yang kau terbangkan itu...
Oleh : Langit Putra Penarosa