Tampilkan postingan dengan label Puisi Perpisahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Perpisahan. Tampilkan semua postingan

8 Jan 2015

Pergi untuk sebuah kepergian


Berkatalah dalam dentum puisi ku!
Apa yang ku tinggalkan,
Segeralah tiadakan!

Bukankah kita sudah sepakat?
Perihal memiliki; kehilangan.
Mungkin hari ini adalah hari yang waktu itu kita sebut 'suatu hari nanti'.
Tatkala bulir doa jatuh disepertiga malam,
Ketika kemaafan adalah jalan paling lurus untuk ikhlas,
Moga sajak ini adalah pualam;
Nisan paling abadi untuk dikenang.

Kau benar.
Perpisahan, adalah pertemuan yang paling menyakitkan.
Jika aku adalah nyala api,,,
Sekarang aku tau,,,
Kau adalah abu di tungku perapian itu.
Sedia dibunuh angin,
Untuk menyusul sebuah kehilangan.

Pemilik bait ini.
Jelaga dalam nyeri tiap kalimatnya.
Mengantarkan debur ombak tuju pesisir,
Pantai malang terasing.

Barangkali,,,
Ada musim dimana Hujan turun lebih menyakitkan dari lagu sedih.
Mengoak dipelataran,
Memanggil nyeri,
Sebab tungku perapian tak menyisakan apa-apa.
Kecuali,,,
Bayang-bayang kematian api dan sisa kayu bakarnya.

Kereta ku berangkat sebentar lagi.
Aku membayangkan pelukan hangat di stasiun.
Untuk sebuah kepergian tanpa harapan.
Untuk sebuah perpisahan tanpa dendam.
Selamanya,,,
Kita adalah bahasa kematian,
Yang tak bisa dijelaskan lewat huruf.

#Jakarta, 23 desember 2014.

_aku_

5 Mar 2013

Surat Seorang Mantan

Dear, my past...

Cukuplah bagiku bersenang-senang dalam opera bernama romansa...
Bersamamu..

Sudah berakhir..
Sudah selesai..
Tamat berujung..

Hemmm....
Apa kamu inget,,?
dulu ada seorang cowo yang ga pernah mau jadi mantan kamu, karna cowo itu pengen selamanya sama kamu..

Apa kamu juga inget,,?
dulu ada seorang cowo yang selalu bilang sama kamu, "jangan cengeng kalo lagi ada masalah,, inget, orang jawa itu kuat.. :)"

kamu inget dia..?

Aku rasa tidak..!!
Kamu sudah punya dunia mu..
Dan dia pun punya dunianya..


Hemmm..
Kamu tau ga,,
cowo itu punya satu doa terbaik diantara doa-doa tulusnya buat kamu...

Dia selalu bilang,
"Tuhan, berikan dia yang terbaik..!!"

dia juga sebutkan kalimat itu ditiap puisi, ataupun sajak sepi yang dia buat...


"aku memang sudah jauh dari hatimu...
Mungkin sangat jauh..
Demi Tuhan, aku tiada benci atas mu...!!
Semoga titian mu menuju bahagia begitu sesempurna,,
sesempurna harapan,, yang pernah aku kirim disetiap harimu...

Tuhan, berikan dia yang terbaik..!!"


kutipan sajak sepi darinya..
Selalu menghening,,
sebab tiada yang bisa mengerti kecuali Tuhan...


Oiya,, dulu juga cowo itu pernah janji sama kamu kalo dia pengen nyanyi pake gitar berdua kamu suatu saat nanti ya..?
Maaf ya,, mungkin dia ga bisa nepatin janji itu...
Karna mungkin, sudah ada penyanyi untuk lagu-lagu mu...

Sebagai gantinya,, dia bilang, dengerin aja lagu yang pernah dia kasih buat kamu...!!
:)


yea..
Kamu benar..


Cowo itu, adalah aku...


Pesen ku,,
bahagiakan penyanyi yang senandungkan lagu mu..!!

Aku akan tetap seperti dulu..

Bernyanyi sendiri,,
seperti sebelum bertemu kamu..


Good luck ya sayang..!!
Jangan telat makan..!!
:D


Jakarta, 3 Oktober 2011..

Oleh :_Aku_

3 Mar 2013

Selamat Jalan Sobat...


Tak pernah bisa sempat kau titip ceritamu,
Pada siapa saja, sekali-pun padaku,
Semua kau benamkan dalam empedu,
Menyusun hari-harimu pada parsel bisu...!

Dulu, saat pinangan angin kemarau lalu,
Membuncah-buncah hingga sampai menguliti bungkammu,
Rindu padang hijau yang kau ceritakan bagai peluru,
Hanya berdesir, setelah itu lenyap dalam pijakan waktu,

...Kini kau pergi lebih dulu,
Ber-sua maut di ujung pulau itu,
Torehkan goresan panjang pada kitab berkilau,
Bersama cintamu, -cintaNya padamu...!

....Selamat jalan, sahabatku...!
Kita 'tlah banyak berguru,
Dalam diam-mu, dalam senyum-mu,
Semoga engkau menemu,
Rengkuhan Dzat yang tak pernah putus menyayangimu...!

Rest in peace......

Oleh : -Langit-