Tampilkan postingan dengan label Puisi Hujan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Hujan. Tampilkan semua postingan
6 Apr 2013
8 Mar 2013
2. Participants Sayembara Tarian Penaku (tema) "Hujan"
10. Nur Laila Faizati
"Dalam Rintik Hujan"
Aku bukan Sapardi Djoko Damono
aku bukan juga seorang Chairil Anwar
bukan pula Ebiet G Ade
aku bukanlah pujangga
aku bukanlah penyair
tapi aku hanyalah manusia biasa
yang akan mempersembahkan
bait-bait kata dalam lubuh hatiku
Dalam rintik hujan
Tak ada rmbulan tersenyum padaku
Tak ada bintang menemani malamku
aku seorang diri dalam kesepian yang sangat
Dalam rintik hujan
Tak ada mentari menghangatkanku
Tak ada awan mempercantik hariku
Hanyaku seorang diri termenung dalam kebosanan
Dalam rintik hujan
Aku merindukanmu
Karna kau tak datang disisiku
wahai rembulan, wahai bintang
Wahai mentari, wahai awan
Lakaslah datang, aku menunggumu
Dalam rintik hujan
Aku hanya terdiam
Terdiam dan hanya terdiam
Tak ada yang bisa kulakukan
Dalam rintik hujan
cepatlah pergi....
Aku benci padamu
Karnamu hariku berantakan
Dalam rintik hujan
kenapa kau tak pergi jua
karnamu aku tak berdaya
11. Ryuga Kamijou
"Hujan"
ketika Ku diam dan termenung..
Terima kasih kepadaMU ..
"Dalam Rintik Hujan"
Aku bukan Sapardi Djoko Damono
aku bukan juga seorang Chairil Anwar
bukan pula Ebiet G Ade
aku bukanlah pujangga
aku bukanlah penyair
tapi aku hanyalah manusia biasa
yang akan mempersembahkan
bait-bait kata dalam lubuh hatiku
Dalam rintik hujan
Tak ada rmbulan tersenyum padaku
Tak ada bintang menemani malamku
aku seorang diri dalam kesepian yang sangat
Dalam rintik hujan
Tak ada mentari menghangatkanku
Tak ada awan mempercantik hariku
Hanyaku seorang diri termenung dalam kebosanan
Dalam rintik hujan
Aku merindukanmu
Karna kau tak datang disisiku
wahai rembulan, wahai bintang
Wahai mentari, wahai awan
Lakaslah datang, aku menunggumu
Dalam rintik hujan
Aku hanya terdiam
Terdiam dan hanya terdiam
Tak ada yang bisa kulakukan
Dalam rintik hujan
cepatlah pergi....
Aku benci padamu
Karnamu hariku berantakan
Dalam rintik hujan
kenapa kau tak pergi jua
karnamu aku tak berdaya
11. Ryuga Kamijou
"Hujan"
Tetesan air yg jatuh ke bumi..
membasahi seluruh alam..
tetesan demi tetesan air berjatuhan..
kepingan kepingan jalan kehidupan dilewati..
ketika Ku diam dan termenung..
melihat Air yang jatuh ke bumi...
betapa sejuk dan indahnya..
Tetesan Air Hujan ini..
Terima kasih kepadaMU ..
Yang Telah memberikan Air bagi Kehidupan..
12. Tiwin
"Hujan"
Setiap tetesnya melambangkan duka seperti air mata.
Setiap titik volume besarnya dapat menjadi rejeki bagi jangkar ladang sang petani.
Setiap hentakannya yang jatuh ke bumi membuat suara yang melamunkan pandangan tiap-tiap orang
Jika saja dapat kubawa.
Jika saja dapat kupegang dengan jari-jemariku.
Jika saja dapat kutampung dalam kubah telapak tanganku.
Memandangnya.
Menangisinya.
Menggabungkan dengan hujan air mataku.
Hanya agar air mataku berbaur dengan air hujan tersebut.
Menunggu hingga kering tak berbekas dan hanya meninggalkan aroma luka.
Terima kasih yang kuucapkan kepada Alam.
13. Khanza Sang Musafir
"Hujan"
Hujan saat itu
12. Tiwin
"Hujan"
Setiap tetesnya melambangkan duka seperti air mata.
Setiap titik volume besarnya dapat menjadi rejeki bagi jangkar ladang sang petani.
Setiap hentakannya yang jatuh ke bumi membuat suara yang melamunkan pandangan tiap-tiap orang
Jika saja dapat kubawa.
Jika saja dapat kupegang dengan jari-jemariku.
Jika saja dapat kutampung dalam kubah telapak tanganku.
Memandangnya.
Menangisinya.
Menggabungkan dengan hujan air mataku.
Hanya agar air mataku berbaur dengan air hujan tersebut.
Menunggu hingga kering tak berbekas dan hanya meninggalkan aroma luka.
Terima kasih yang kuucapkan kepada Alam.
13. Khanza Sang Musafir
"Hujan"
Hujan saat itu
ya aku ingat...
tetesannya masih basah di jiwaku
masih menunggu
aku masih tetap menunggu
menunggumu untuk mendung bercerita lagi padaku
terserah....
terserah kau mau bilang apa
hujan hari itu memang tak deras
namun cukup untuk menambah nyeri di lukaku
oh tidak...tidak...
aku tak menyalahkanmu
semua adalah jalan takdir
hanya saja ....
saat itu kau yang di sini
14. Freeze Fryyz
"Air Gelap"
Air yang berkilau dalam gelap,
Relakah kau beri ku jawaban,
Dari satu dua pikiranku.
Air yang berkilau dalam gelap,
Tiadakah kau lihat masa laluku,
Waktu yang terukir indah,
Dibawah angin yang membelah air.
Air yang tak jua merenggang,
Kau hancurkan tangisku,
Kau hujani air mataku,
Sekarang, tidak bisakah kuhentikan,
Melihat masa lalu,
Menghapus air mata,
Menjauh dari rasa sakit..
Air yang berkilau dalam gelap,
Bisakah kutanggalkan pikiranku,
Dan menari dibawah kedatanganmu..
7 Mar 2013
1.Participants Sayembara Tarian Penaku (tema) "Hujan"
-
X-friend Frustasii Sakithati
" Ketika Hujan Tak Mau Mendengar"
Malam ini terasa sepi bagi ku. .
Hanya ribuan tetes air hujan yg menemani q. . .
Hati yg resah. .
Seakan tertahan di jiwa ini. .
Hanya sunyi mlm ini yg stia temani ku. .
Sepintas terlihat bayangan mu. .
Menggugah jiwa yg merana. .
Malam semakin larut. .
Semakin tak kuasa ku menahan rasa ini. .
Ada kah kau mengerti akan jeritan hati ini. .
aku hanya ingin menjadi seperti yg kau ingin kan. .
Harapan cinta dulu yg indah. .
Kini tlah sirna. .
Kini semua seakan telah usai. .
Tapi seiring berjalannya waktu. .
aku menemukan dua cinta. .
Entah mana yg harus ku pilih. .
Hufft. .
Lelah hati ini. .
Tuk pertimbangkan smua ini. . .
Tapi q yakin. .
Hati ku bisa memilih ya baik, di antara yg baik. . .
Hujan, ,
meski kau tetes kan berjuta air. . .
Pasti sesaat engkau kan berhenti sejenak. . .
Begitu jg aku. .
Berkali-kali cinta yg datang. .
Q yakin. .
Hati ku bisa, memilih diantara cinta yg tulus. .
Hingga aku tutup usia. .
-
Kisna Insani Islamiyah
“Hujan”
Saat ku berkencan dengan sang kekasih,kau hadir mengusik kami.
Kenapa kau lakukan itu hai,hujan?
Tahukah kau?saat itupun kemarahanku sampai diubun-ubun
Kau tahu kenapa,hai hujan?
Karena tak ada tempat persinggahan.
Tapi itu dulu, sebelum ku cicipi dahsyatnya sentuhanmu,wahai hujan.
Sebelum aku tahu bahwa kau adalah hadiah terindah dari kekasihku.
Dan sebelum aku tahu bahwa kau adalah cinta yg terlihat menakutkan.
Kini,tiap kau datang,,,
kucoba menari bersamamu...
kucoba mnikmati hdiah terindh dr kekasihQ
kucoba mmpercantik cinta.
Karena kau tak bisa ku hentikan. -
Ery Prazz Prasetya
“Ingatan Hujan Kenangan”
Mungkinkah kunanti dirimu dalam suasana dingin ini
yang selalu membuat ku rindu akan bersamamu
dikala hujan kita berpayung di taman sana
di bawah pohon rindang yang tak mampu menahan tetesnya air hujan
di sini pula kita berpeluk merasakan tiupan angin ini
tapi tak terasa jika kau ada disisiku
mungkin diri ini melamunkan kasihku yang jauh disana
berharap keluh ku menunggu dikala hujan tiba
teringat berdua saat berada disana
hanya salam ini kusampaikan
dibalik kaca kulihat hujan yang membuat ku kembali teringat padamu
kasihku....
#
"Hujan telah menghapus cinta"Kuhanya ingin dapatkan hatinya kembali
kembali memeluk dan memegang tanganku
tapi kali ini ku tak dapat meraihnya
karena ku terhenti saat hujan tiba
yang membuat ku terhenti karenanya
langkahnya semakin menjauh dan menghilang dari jangkauan mata
dan ku hanya menagis di derasnya hujan ini
Kehilanganmu membuat hati ini tak tenang
semua sudah hilang bersama angan yang tak terlupakan
dan ku terpuruk sendiri disini
melihatmu yang hanya bisa dihati
Kini hujan telah menghentikanku
hentikan langkah tuk mengejarmu
dari dekapan cinta yang telah hilang dariku
Mungkin hujan memberitahukan aku
beritahu bahwa dia takkan mungkin kembali padaku
cinta yang hanya untuknya kini menjadi kalbu
Kini hujan telah samarkan langkahmu
tak mungkin bisa kutemukan belahan hatiku
yang semakin tak mengerti arah kemana ku kan temukanmu
Kini hujan telah hilangkan dirinya
hanya sisa luka dan tetesan air mata
bersama hujan berharap semua tak nyata -
Aalfvyian Sserdeadoe OI
Dua dua
Titik lebur mendung adalah kita
gemuruhnya lirih sayup terdengar
tak ubah nyanyian kerinduan
merantai basah hingga ujung peluh
di sini
Kita pernah mencambuk jalanan
kita pernah membakar hujan
kita pernah berlumur api
kita pernah mengunyah malam
kita pernah lewati labirin waktu
kita pernah menghajar sepi
kita pernah membunuh keraguan
kini dimana
mendung berpindah
gemuruhnya lirih
sayup terdengar
-
Wowo Nachchamphoenk Charijhodoh
"Penyaksian Sang Hujan"
kau pergi disaat kedatanganku
kedatangan yg merindukanmu
di penghujun jalan dnegeri sana ku slalu mengingatmu
mengingat akan janji kita yg dulu
janji yg tidak bisa dpisahkan
oleh badai sebesar apapun
kini diriku datang untukmu
untuk menghapi air matamu dulu tapi kenyataanny apa ?
kau menjemput kdatanganku dg dengan senyuman termanismu dan pergi bersamanya
biarlah hujan ini menjadi saksi
menjadi saksi bisu akan sakitnya hati ini
biarlah hujan menemaniku
untuk menghapus yg menetes dpipi
supaya engkau tdak menyaksikannya
bahwa ia terjatuh karenamu
izinkan raga ini pergi sejauh mungkin
supaya aku tdak menyaksikan kebahagiannya,supaya hati ini
tdak dketuk oleh palu asmaraku lagi
- Ulil Bintang
“Hujan”
Dingin mu sampaikan salam penguasa angkasa...
Basuh geliat aroma bara...
Menyeka menjawab penantian sang bumi...
Dinginmu basuh hati hadirkan senyum...
Angin membelai,
daun berayun hingga kelopak bermekaran buah ranum bergantung...
Hujan...
Tahta bumi raib sudah helai demi helai,
jengkal demi jengkal....
Tak kuasa jawab salam yang kau emban...
Dinginmu yang dulu sejuk membasuh...
kini hadir penuh cabikan...
menyekat...
hingga sesak dada dalam nestapa...
Ruang demi ruang terisi sudah...
bergenang...
berderu...
bergejolak...
Hapuskan senyum-senyum yang ada...
Hujan...
Kau hadir kini di celah celah mata yg tergenang air matamu...
#
Semua telinga akrab pada suaramu...
Mata demi mata mengenali raut wajahmu...
Disepanjang musim sepanjang usia, kau hadir tanpa jemu...
Julukan demi julukan tersemat di keberadaanmu....
kau setia tak ingkar janji...
Kau penghibur hati para perindu,
suka atau duka sekalipun takkan cegah tarianmu...
Terbuai melayang hanyut merasuk lubuk nan sunyi...
menyatu di riuh tarianmu....
Hujan.....
izinkan aku menari bersamamu....
dihamparan wajahku yang berdebu
-
Rafi Raihan Nafis
“Tarian Hujan”
Tarian Hujan
Menari dibawah Hujan
Mencium segarnya air
Merasakan Semua harapan
Aku ingin lupakan semua masalah
melihat masa depan yang cerah
meninggalkan semua duka
dengan tarian hujan
Tarian hujan
Merasakan semua kehampaan
ketika kau tidak datang
Aku merasa mati karenanya
Tarian Hujan
kapankah kau akan datang
kumenunggumu menghapus semua jejak langkahku
Jejak yang menyakitkan, dibawah kelamnya Matahari
8.Square Heart Aji"Menepi Pada Hilangnya Kenangan"
Aku selalu menanti hadirmu di setiap langkahku
Dalam bimbang ku dekap gundah yang tak tertahan
hingga ku tersapu dalam sebuah janji
Pernah berfikir, seolah itu tak pernah terjadi
Sampai saatnya tiba, hujanpun bergerak menetes
Kutatap Bingkai fotomu dibalik jendela, begitu indah tersenyum
Terhayal kenangan saat memegang erat tanganmu
lalu saat ku akhiri kepergianku dengan pelukan
Hujan telah menyampaikan hatiku yang tertinggal
Saat menggenangi keringnya sebuah rasa itu
Sebagian cinta yang membinasakan awan hitam
Takkan penah menoleh pada kisah walaupun tersakiti
Ketika itu menyejukan dalam hangatnya kasih sayang
Mengalir deras terbawa dalam susana
ku akan menahan derasnya air yang jatuh
Sehingga ku tegar saat kau tidak di dunia ini.
9. Yusuf Adhi Darma
"Hujan"Hujan adalah sahabat dan cinta..
menemani selalu bagai sahabat..
menengankan selalu bagai cinta..
sedih mu adalah sedih nya..
senyum mu adalah pelangi nya..
kuturunan sedih ku untuk bersama mu yang lagi bersedih..
ku bagi kesejukan ku buatmu yang lelah biar terlelap..
ku temani kamu dengan irama symphoni ku.. yang merilukkan pada sebuah hasta yang penuh dengan rintik hujan
bukan hanya sebuah tangisan
dikala kesedihan membimbang hujan seiring waktu membasuh pipimu menghilangkan rona kepedihanmu
melansirmu dalam dinginnya . . . .
hingga akhirnya kamu tersadar dari keterpurukanmu
Langganan:
Postingan (Atom)



