Tampilkan postingan dengan label Puisi Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Renungan. Tampilkan semua postingan

21 Des 2014

Meminjam cahaya sabit


Si buta berjalan dalam gelap.
Hujan jatuh tak menyebutkan apa-apa.
Kecuali meninggalkan genang.
Atau mengembalikan kenang.

Ketika mereka berfikir,,,
Bahwa ia hanya bisa melihat kematiannya,,,
Mereka salah.
Karna memang ada Hal yang tak bisa dilihat mata.
Memahami kekata.
Barangkali,,,
Langkahnya adalah selambatnya ia kembali.
Dan doa,,,
Adalah selemahnya ia mencintai.
Ia lelah.
Perjalanan dibimbing tongkat.
Meraba dalam hampa.
Cahaya yang berat Pada pandangan.
Seumpama bayangan.
Wahai engkau yang tapaknya nyeri.
Susungguhnya engkau telah Dilena duniawi.
Sampai kau lupa caranya berterimakasih.
Bertirakat ia mendamba petuah.
Jalan yang sebenar-benar jalan.
Lurus tuju duli Tuhan.
Demi apapun,,,
Ia sedu dalam diam.
Jika aku bisa meminjam Cahaya sabit malam ini,,,
Maka,,, bakal ku pakai untuk menuntunku pergi.
Berjalan Pada gulir waktu.
Untuk memintal lagi sembah sujud ku,,,
Yang sekian lama berhenti.
_aku_

6 Apr 2013

Pesan

Sesuatu menyinggahimu,,
Tampak mendung ia menyelimutimu,,,
Jangan,,jangan biarkan,,,
Butiran butiran bening itu ,,
Melintasi tatapan itu,,
Bukan dunia yang membuatmu terluka,,
Bukan waktu yang membuatmu tersisih,,
Bukan pula gerimis yang membuatmu terkikis,,
Jangan pernah menyesal,,
Jika dunia tak mampu kau genggam,,
Jangan salahkan waktu,,
Jika tak berhenti di sa’at kau bahagia,,
Jangan merintih,,,
Jika tingginya gunung tak mampu kau daki,,
Luasnya samudra tak mampu kau sebrangi,,
Jangan pernah terluka,,
Dia yang di puja tak dapat kau miliki,,
Dan jangan pernah menangis,,
Jika gerimis mengantarkanmu pada duka,,
Sadarilah,,,
Kau ,,,aku ,,,dia,,,dan mereka ,,
Adalah bukti sayang Tuhan,,

Oleh : KEJORA 88

11 Mar 2013

Kebesaran Jiwa


Setelah badai,,
semoga aku menjadi sebagian dari mereka yang bijak yang telah mengerti tentang kebesaran jiwa...

Kemampuan hati menerima yang tak diminta,,
kesanggupan nurani ikhlasi yang tak dikehendaki..

Seperti kalimat seorang kahlil gibran...

"mereka yang berjiwa besar, memiliki dua hati..
Yang satu untuk menangis,,
dan yang satu untuk bersabar.."

Berharap keduanya tiada akan pernah terlepas dalam bungkus raga,,
menyatu terikat,,
sebagaimana sayap yang berpasangan, ditubuh se-ekor merpati....

Oleh : Dennis